Pastikan HPP-nya lengkap

HPP per unit dimulai dari total biaya produksi dibagi hasil produk yang benar-benar bisa dijual. Total biaya bukan hanya bahan utama. Sertakan komponen yang memang terpakai untuk menghasilkan batch.

HPP yang terlalu rendah membuat harga terlihat murah di kertas, tetapi usaha tetap merasa kekurangan uang saat harus belanja ulang.

Bedakan markup dan margin

Markup membandingkan laba terhadap biaya. Margin membandingkan laba terhadap harga jual. Keduanya tidak menghasilkan persentase yang sama.

Contoh sederhana: jika HPP Rp10.000 dan harga jual Rp15.000, laba kotor Rp5.000. Markup terhadap biaya adalah 50%, sedangkan margin terhadap harga jual sekitar 33,3%.

Harga juga bergantung pada kanal

Pesanan langsung, reseller, marketplace, dan titip jual memiliki potongan dan pekerjaan yang berbeda. Jangan memakai satu harga tanpa memeriksa biaya kanal.

Uji apakah harga masuk akal

  1. Hitung HPP berdasarkan harga beli terbaru.
  2. Tentukan laba kotor minimum yang dibutuhkan.
  3. Tambahkan biaya kanal penjualan.
  4. Bandingkan dengan pasar sebagai konteks, bukan sebagai satu-satunya dasar.
  5. Uji ukuran, positioning, dan manfaat produk bila harga terasa terlalu tinggi.

Jika harga pasar tidak mampu menutup HPP dan margin sehat, pilihannya bukan selalu menurunkan harga. Evaluasi resep, yield, pembelian bahan, ukuran, proses, kemasan, dan segmen pelanggan.

Angka di artikel ini hanya ilustrasi. Harga bahan, overhead, yield, dan target margin berbeda di setiap usaha. Gunakan data dapurmu sendiri sebelum mengambil keputusan.

Hitung beberapa skenario tanpa mengulang dari nol.

DapurHPP membantu membandingkan modal, harga jual, dan margin dari data bahan serta yield milikmu.

Mulai Hitung Gratis →