Pastikan HPP-nya lengkap
HPP per unit dimulai dari total biaya produksi dibagi hasil produk yang benar-benar bisa dijual. Total biaya bukan hanya bahan utama. Sertakan komponen yang memang terpakai untuk menghasilkan batch.
- Bahan baku dan bahan kecil.
- Kemasan primer dan pelengkap.
- Gas, listrik, atau overhead produksi yang dialokasikan.
- Susut, produk gagal wajar, atau hasil potong yang tidak terjual jika relevan.
- Tenaga kerja jika ingin harga mencerminkan waktu produksi.
HPP yang terlalu rendah membuat harga terlihat murah di kertas, tetapi usaha tetap merasa kekurangan uang saat harus belanja ulang.
Bedakan markup dan margin
Markup membandingkan laba terhadap biaya. Margin membandingkan laba terhadap harga jual. Keduanya tidak menghasilkan persentase yang sama.
Harga juga bergantung pada kanal
Pesanan langsung, reseller, marketplace, dan titip jual memiliki potongan dan pekerjaan yang berbeda. Jangan memakai satu harga tanpa memeriksa biaya kanal.
- Biaya pembayaran atau platform.
- Komisi reseller atau toko.
- Diskon dan ruang promo.
- Ongkos kemasan tambahan.
- Risiko retur atau produk tidak terjual.
Uji apakah harga masuk akal
- Hitung HPP berdasarkan harga beli terbaru.
- Tentukan laba kotor minimum yang dibutuhkan.
- Tambahkan biaya kanal penjualan.
- Bandingkan dengan pasar sebagai konteks, bukan sebagai satu-satunya dasar.
- Uji ukuran, positioning, dan manfaat produk bila harga terasa terlalu tinggi.
Jika harga pasar tidak mampu menutup HPP dan margin sehat, pilihannya bukan selalu menurunkan harga. Evaluasi resep, yield, pembelian bahan, ukuran, proses, kemasan, dan segmen pelanggan.
Hitung beberapa skenario tanpa mengulang dari nol.
DapurHPP membantu membandingkan modal, harga jual, dan margin dari data bahan serta yield milikmu.
Mulai Hitung Gratis →